Based on the Letter of Assignment from the Chief of the General Bureau for follow No.509/X/5/7/2010 Prajabatan Training Group III, which issued on May 25, 2010, the civil servant whose name is listed in the appendix Letter Assignment is assigned to follow Prajabatan Training Group III.
While the targets to be achieved in Prajabatan Training Group III was the realization of civil servants who have competence in accordance with the requirements for appointment as civil servants III.
Prajabatan Training Group III followed by a 38 person LAN participants from Aceh, Bandung, Jakarta, Makassar, Samarinda, which has been determined eligible by the organizers.
Implementation of activities carried out by classifying the participants as follows, the trainees of class III prajabatan from as many as nine people in Aceh, from Bandung, as many as nine people, from Jakarta, as many as 14 people, from Makassar as many as five people, as many as one person from Samarinda.
Results Prajabatan Training Implementation Group III is that all participants (38 people) stated Graduated with honors Good Once.
Meanwhile, in substance, the results achieved from the implementation of this training was the realization Prajabatan civil servants who have professional competence as an employee who has a broad knowledge, good skills and a polite attitude and behavior. In addition, civil servants who happen also able to position himself as a waiter Society (Civil Servant) in accordance with the requirements for appointment as civil servants III.
Berdasarkan Surat Penugasan dari Kepala Biro Umum Nomor.509/X/5/7/2010 untuk mengikuti Diklat Prajabatan Golongan III yang dikeluarkan pada tanggal 25 Mei 2010, maka CPNS yang namanya tertera dalam lampiran Surat Penugasan tersebut ditugaskan untuk mengikuti Diklat Prajabatan Golongan III.
Sedangkan sasaran yang ingin dicapai dalam Diklat Prajabatan GolonganIII adalah terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan pengangkatan untuk menjadi PNS Golongan III.
Diklat Prajabatan Golongan III diikuti oleh 38 orang peserta yang berasal dari LAN Aceh, Bandung, Jakarta, Makasar, Samarinda yang telah memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh penyelenggara.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengelompokan peserta sebagai berikut, peserta diklat prajabatan golongan III dari Aceh sebanyak 9 orang, dari Bandung sebanyak 9 orang, dari Jakarta sebanyak 14 orang, dari Makasar sebanyak 5 orang, dari Samarinda sebanyak 1 orang.
Hasil Pelaksanaan Diklat Prajabatan Golongan III adalah semua peserta (38 orang) dinyatakan Lulus dengan predikat Baik Sekali.
Sedangkan secara substansi, hasil yang dicapai dari pelaksanaan Diklat Prajabatan ini adalah terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi sebagai pegawai profesional yang memiliki pengetahuan yang luas, keterampilan yang baik serta sikap dan prilaku yang santun. Selain itu, terwujud pula PNS yang mampu memposisikan dirinya sebagai Pelayan Masyarakat (Civil Servant) yang sesuai dengan persyaratan pengangkatan untuk menjadi PNS Golongan III.
Salah satu kegiatan kehumasan adalah mendokumentasikan kegiatan kegiatan penting yang sedang terjadi di lingkungannya. Dokumentasi ada yang disimpan sebagai arsip kehumasan dan ada juga disebarkan berupa berita kehumasan.
Di Lembaga Administrasi Negara sendiri pemberitaan yang disampaikan oleh kehumasan ada berupa: Kumpulan kliping bulanan, pemberitaan di Website, Warta LAN, foto foto kegiatan, video dokumentasi kegiatan LAN dan masih banyak lagi. Setiap bulannya setiap berita berita penting dikumpulkan lalu diberitakan bukan hanya kekalangan lingkungan LAN saja tetapi juga ke public.
Foto kegiatan yang merupakan dokumentasikegiatan yang dimiliki oleh Humas dan Publikasi sudah sering dimasukkan ke dalam berita website LAN, warta LAN, madding kegiatan Humas dan Publikasi, dan yang lainnya. Foto kegiatan tersebut bisa saja dibikin lebih menarik dengan dibuat menjadi sebuah video berupa tayangan bergantian tentu saja ditambah sedikit animasi saat pertukaran gambar nya serta ditambahkan aransemen musik. Ini akan terasa lebih menarik jika akan gunakan untuk menunjukkan ke instansi lain tentang kegiatan yang dilakukan di Lembaga Administrasi Negara.
Sementara itu video kegiatan LAN yang ada di humas dan publikasi sekarang ini banyak yang belum dalam tahapan editing sehingga terkesan terabaikan. Akan tetapi jika itu diberikan ke editor video akan menambah biaya dan kemungkinan tidak sesuai dengan yang diinginkan Humas dan Publikasi. Tapi jika ingin melakukan editing sendiri mungkin hasil yang ingin didapatkan dari video itu sesuai dengan yang diharapkan. Disini muncul beberapa pertanyaan, bagaimana caranya melakukan editing tersebut, apa alat/ aplikasi yang bisa digunakan untuk itu, bagaimana caranya mengemasnya menjadi sesuatu yang menarik, dan mungkin masih ada beberapa pertanyaan lain yang akan timbul berikutnya.
Untuk melakukan editing video ini bisa dilakukan dengan menggunakan mesin video editing, tapi karena video medianya sudah dapat berupa data digital, sehingga kita bisa menggunakan alternatif lain, yakni dengan menggunakan aplikasi video editing/ video maker. Sekarang ini sudah banyak disediakan aplikasi tersebut didunia maya, dan kita dapat mendownload aplikasinya. Pertanyaannya apakah aplikasi yang kita download itu bisa kita gunakan untuk seterusnya ataukah ada batas waktu penggunaannya. Jika ada batas waktu, bagaimana caranya agarbatas waktu itu dapat dihilangkan.
Tetapi itu mungkin tidak perlu kita pusingkan, karena di windows sendiri sudah ada windows video maker sehingga kita dapat menggunakan tanpa perlu takut adanya batas waktu penggunaan aplikasi. Mungkin akan ada pertanyaan lagi seperti apakah hasil dari videonya itu bisa familiar dengan video player yang ada, atau formatnya sesuai tidak dengan format video player.
Untuk masalah yang satu ini memang sekarang sangat banyak beredar video converter gratis, sehingga kita dapat mengubah format dari video tersebut hingga sesuai dengan player yang kita miliki. Biasanya video converter yang gratis ini ada beberapa kekurangan seperti adanya batas waktu penggunaan sehingga jika batas waktu itu habis maka harus dilakukan aktivasi dengan memasukkan kode aktivasi. Kode aktivasi dapat diperoleh dengan membeli aplikasi tersebut ke pengembangnya sehingga kita tetap harus mengeluarkan uang lagi.
Kekurangan lain dari aplikasi gratis itu bisa berupa batas durasi wakti film yang dibuat, tercantumnya label bahwa video kita itu digubah dengan aplikasi gratisnya, atau beberapa konten yang disediakan tidak dapat digunakan dan hanya dapat digunakan jika bukan lagi aplikai gratis. Kekurangan yang muncul ini sesuai dengan kebijakan dari pengembang itu sendiri.
Selanjutnya tinggal pilihan kita sendiri aplikasi converter gratis apa yang ingin kita gunakan, atau bahkan kita memilih untuk melakukan pembayaran, atau kita mencoba mencari kumpulan aplikasi yang dalam bentuk cd yang ada di pasar yang tentu saja yang sudah menyediakan kode aktifasi (crack). Itu semua tergantung pilihan kita sendiri.(way)